Pada hari Rabu dan Kamis, tanggal 10-12 Desember 2025 SMK Kristen Pedan mengadakan Workshop “Pengembangan Marketing berbasis IT di SMK Kristen Pedan“ bertempat di Lab Komputer. Peserta workshop adalah Bapak dan Ibu Guru SMK Kristen Pedan yang nantinya akan penjadi admin atau pionir untuk perkembangan media sosial sekolah. Era digital yang semakin berkembang pesat, dunia pendidikan dituntut untuk terus berinovasi, bukan hanya dalam proses pembelajaran, tetapi juga dalam pengelolaan dan pemasaran sekolah. Persaingan antar lembaga pendidikan kini semakin ketat, dan sekolah harus mampu membangun citra, menyampaikan informasi, serta menjangkau masyarakat melalui cara yang lebih kreatif dan berbasis teknologi. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, diselenggarakanlah Workshop Pengembangan Marketing berbasis IT yang melibatkan para Bapak dan Ibu Guru sebagai peserta utama.

Peran Guru dalam Pengembangan Marketing Sekolah
Selama ini, pemasaran sekolah sering dianggap sebagai tugas bagian hubungan masyarakat (Humas) saja. Namun, kenyataannya, guru memegang peranan besar sebagai wajah utama sekolah. Guru berinteraksi langsung dengan siswa, orang tua, dan masyarakat, sehingga memahami kebutuhan dan karakteristik sekolah lebih mendalam. Melalui pelatihan marketing berbasis IT, guru diharapkan dapat:
- Memahami strategi pemasaran modern yang efektif.
- Mampu memanfaatkan teknologi untuk promosi sekolah.
- Menciptakan konten edukatif dan informatif yang menarik.
- Berkontribusi pada peningkatan citra positif sekolah di mata publik.
Fokus Materi Workshop
Workshop ini dirancang untuk membekali guru dengan pengetahuan dan keterampilan praktis. Beberapa materi utama yang diberikan meliputi:
1. Pengenalan Digital Marketing untuk Pendidikan
Guru diperkenalkan pada konsep marketing berbasis digital, seperti brand awareness sekolah, strategi promosi, dan pentingnya kehadiran online di era modern. Pendekatan ini membantu sekolah membangun identitas yang lebih kuat dan profesional.
2. Optimalisasi Media Sosial
Media sosial menjadi alat promosi paling mudah dan efektif. Bapak/Ibu Guru dilatih untuk:
- Membuat konten visual menarik (foto, video, poster digital)
- Menyusun narasi storytelling yang menggugah
- Mengelola akun sekolah secara lebih terarah dan konsisten
- Menggunakan platform seperti Facebook, Instagram, YouTube, dan TikTok secara edukatif dan profesional
3. Pembuatan Konten Kreatif
Workshop juga melatih guru membuat konten yang relevan dan engaging. Contohnya:
- Video kegiatan sekolah
- Testimoni siswa dan alumni
- Liputan kegiatan pembelajaran
- Konten edukasi yang dapat dibagikan ke publik
Keterampilan ini penting untuk menunjukkan sisi terbaik sekolah kepada calon siswa dan orang tua.
4. Pemanfaatan Website Sekolah sebagai Media Informasi
Website sekolah adalah pusat informasi resmi. Guru dilatih untuk:
- Mengunggah berita kegiatan sekolah
- Mengelola artikel atau jurnal pendidikan
- Memperbarui informasi akademik
- Menyajikan profil sekolah secara informatif dan menarik
Dengan konten yang selalu diperbarui, website dapat menjadi media yang dipercaya publik.
5. Analisis Data dan Evaluasi Strategi Marketing
Peserta workshop juga diperkenalkan pada cara membaca data dari media sosial dan website seperti jumlah pengunjung, jangkauan posting, dan tingkat interaksi. Dengan demikian, guru dapat mengevaluasi strategi mana yang berhasil dan mana yang harus diperbaiki.
Manfaat Workshop bagi Guru dan Sekolah
Pelaksanaan workshop ini memberikan dampak positif bagi seluruh ekosistem sekolah. Beberapa manfaat utamanya antara lain:
- Guru lebih siap menghadapi perkembangan teknologi dan mengintegrasikannya ke dalam kegiatan sekolah.
- Sekolah mendapatkan konten promosi yang lebih kreatif, menarik, dan profesional.
- Citra sekolah meningkat di mata masyarakat, terutama calon peserta didik baru.
- Terwujudnya kerja sama yang lebih solid antara guru, staf humas, dan pimpinan sekolah dalam mengembangkan branding sekolah.
Kesimpulan
Workshop Pengembangan Marketing dengan IT merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas promosi dan citra sekolah di era digital. Melibatkan Bapak/Ibu Guru sebagai peserta adalah pilihan tepat, karena guru bukan hanya pendidik, tetapi juga duta sekolah yang dapat memperkenalkan berbagai keunggulan dan nilai positif kepada masyarakat. Dengan keterampilan baru di bidang marketing digital, sekolah dapat menghadapi persaingan dengan lebih percaya diri sekaligus memberikan pelayanan informasi yang lebih baik kepada publik